sdmuh1solo.sch.id – Setiap 14 Agustus, warga Indonesia memperingati Hari Pramuka sebagai bentuk perayaan yang bertujuan menanamkan berbagai nilai. Nila-nilai dari Pramuka tersebut mengandung kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, hingga keterampilan.
Pada tahun ini, tepatnya 14 Agustus 2021, Pramuka telah menginjak di usia yang ke-60, yang dapat kita rayakan bersama di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti MPd mendukung Presiden RI Ir H Joko Widodo. Presiden berharap agar terus belajar di mana pun, kapan pun waktunya dan dengan siapa saja. Lalu, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi setinggi-tingginya.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat Peringatan Ke-60 Hari Pramuka Tahun 2021 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (14/8/2021).
“Selalu aktif mengejar kemajuan teknologi, mengikuti perkembangan zaman dengan cepat,” ucap Jokowi.
Sebagai upaya menjawab tantangan dunia Pendidikan ke depan, melanjutkan dan mengembangkan kebijakan peningkatan mutu Pendidikan agar lebih merata kepada lebih banyak sekolah dan daerah, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan menginisiasi Program Sekolah penggerak.
Program ini mendorong sekolah-sekolah melakukan transformasi diri meningkatkan mutu pembelajaran di tingkat internal, kemudian mengimbaskan ke sekolah lain untuk melakukan peningkatan mutu serupa.
SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah nomor: 6555/c/hk.00/2021 tentang Penetapan Satuan Pendidikan Pelaksana Program Sekolah Penggerak ditetapkan menjadi salah satu sekolah penggerak di Kota Surakarta.
Berdasarkan penetapan tersebut SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta tahun pelajaran 2021/2022 mempersiapkan diri menjadi sekolah penggerak dengan memyiapkan Kurikulum Operasional Sekolah Penggerak dimulai dari kelas 1, kelas 4, Pendidikan Agama dan Pendidikan Jasmani dan Olahraga.
Untuk mencapai hal tersebut SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menyusun program – program sekolah yang bisa mengintegrasikan, memadukan menyelaraskan program-program sekolah yang lain sehingga Profil Pelajar Pancasila terbentuk serta budaya mutu sekolah tetap terjaga dengan baik. Program tersebut harus mempertimbangkan jumlah siswa,guru dan karyawan yang besar, latar belakang orang tua, letak geografis sekolah, sarana prasana dan fenomena yang berkembang di tengah masyarakat.






