Selamat Hari Gizi Nasional 2022

sdmuh1solo.sch.id – Pembangunan kesehatan merupakan investasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. 

Saat ini Indonesia tengah menghadapi beban ganda masalah gizi. Di satu sisi, Indonesia menghadapi masalah gizi kurang yang berdampak pada kondisi tubuh yang pendek atau stunting dan kurus, di sisi lain dihadapkan pada masalah gizi lebih yakni obesitas atau kegemukan. 

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. 

Stunting dapat disebabkan karena kurangnya asupan gizi serta kurangnya pengetahuan orang tua akan pentingnya kesehatan. Dampak stunting pada anak dapat mempengaruhinya dari ia kecil hingga dewasa. Dalam jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Sekilas proporsi tubuh anak stunting mungkin terlihat normal, namun kenyataannya anak lebih pendek dari anak-anak seusianya. 

Seiring dengan bertambahnya usia anak, stunting dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan. Salah satu komponen terpentingnya adalah terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 

Sedangkan obesitas merupakan faktor risiko terjadinya Penyakit Tidak menular (PTM) seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK), Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis, dan hipertensi atau darah tinggi. Obesitas dapat dihindari dengan membiasakan berperilaku hidup sehat, salah satunya dengan menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yaitu aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, mengonsumsi buah dan sayur, tidak merokok, mengurangi konsumsi gula garam dan lemak, memeriksakan kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

SD Muhammadiyah 1 Solo