sdmuh1solo.sch.id – Mengenal Abdullah Mukti, kepala SMP Muhammadiyah 1 Depok (SMP Musade) Sleman, Yogyakarta terpilih menjadi kepala sekolah inspiratif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2018.
Kinerja dia selama memimpin SMP Musade, dinilai Dewan Juri, sangat inspiratif. Mukti berhasil menghidupkan sekolah favorit yang hampir mati karena muridnya tinggal 8 anak. Kini sekolah itu berjaya lagi dengan jumlah murid 309 anak.
Mukti menyampaiksn makalah berjudul From nothing to something, transformasi SMP Muhammadiyah 1 Depok Sleman berbasis pendidikan karakter dan networking/jejaring 2009-2018. Dan kini beliau menjadi anggota Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta berdiri mulai sejak 1 Januari 1968. Sejak berdirinya hingga saat ini banyak hal yang dialami yaitu pasang surut kemajuan.
Mulai pada awal era perjuangan di tahun 1968–1980, era berjayanya di tahun 1980–1994 (puncaknya pada tahun 1985 siswanya hingga 596 siswa), sampai kepada era keterpurukan di tahun 1994–2008. Tahun 2008 sekolah ini tersisa kelas VII-nya hanya 8 siswa.
Namun di Era berikutnya tahun 2009 – saat ini memiliki 326 siswa. Pengalaman terbaik ini yang mampu bangkit pada era kebangkitan dan kemajuan SMP Muhammadiyah 1 Depok Sleman di tahun 2009 hingga saat ini.
Dimana Bapak Abdullah Mukhti S.Pd.I diangkat menjadi Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 Depok sejak tahun 2009 hingga saat ini. SMP Muhammadiyah 1 Depok Yogyakarta dahulu dikenal sebagai SMP Muhammadiyah Stan karena berada di daerah Stan Maguwoharjo Depok.
SMP ini memiliki prestasi akademik maupun non akademik (terutama di bidang olahraga). Sejak Kepala Sekolah pertama dan salah satu pendiri SMP ini meninggal SMP ini kian lama semakin meredup dan menurun peminat para peserta didiknya hingga puncak keterpurukan terjadi pada tahun ajaran 2008/2009 kelas VII nya yaitu hanya berjumlah 8 siswa.
Proses keterpurukan SMP ini yang pertama disebabkan oleh marketing yang gagal, dan salah satu inti dari marketing adalah implementasi strategi pemasaran jasa Pendidikan.
Proses keterpurukan selanjutnya dikarenakan pelayanan jasa pendidikan SMP Muhammadiyah 1 Depok Sleman yang menurun. Hal ini disebabkan karena pelayanan jasa pendidikan yang tidak berorientasi dan memenuhi kepentingan pelanggan jasa pendidikan sehingga pelanggan jasa pendidikan tidak dapat menerima pelayanan prima yang terbaik dan optimal.






