Studi Petik K3S Bisa Memperkuat Jaringan Sekolah Negeri dan Swasta

sdmuh1solo.sch.id – Studi Petik K3S Bisa Memperkuat Jaringan Sekolah Negeri dan Swasta. Mendapat kunjungan dari K3S SD Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Sri Sayekti SPd MPd berharap kunjungan seperti ini menjadi kekuatan membentuk jaringan pendidikan  dan saling memberi inspirasi.

”Terima kasih atas kunjungan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan,” kata Sri Sayekti, Kamis (29/2/2024).

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang terdapat gagasan pemikiran dari Ki Hajar Dewantara di mana Pendidikan dapat memfasilitasi peserta didik untuk tumbuh sesuai dengan kodratnya, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. 

Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan lingkungan di mana peserta didik berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan keterampilan (soft skill) yang diberikan kepada peserta didik agar mereka dapat hidup dan berkarya sesuai dengan perkembangan zaman. Pemikiran dari Ki Hajar Dewantara yang berkaitan dengan pendidikan bagi peserta didik yaitu pendidikan dan pengajaran yang harus berpegang pada kodrat alam dan kodrat zaman peserta didik. 

Kodrat Alam yang dimaksud adalah kekuatan, potensi, atau keadaan diri yang secara alamiah melekat pada diri masing-masing peserta didik. Kodrat Zaman adalah kekuatan, potensi, atau keadaan diri yang berubah sesuai dengan kondisi sosial, budaya masyarakat, atau perkembangan zaman. Kodrat alam dan kodrat zaman merupakan konsep Ki Hajar Dewantara dalam memisahkan antara identitas, prilaku, dan aspek-aspek individual yang alamiah dan di mana hal ini dapat diwariskan. 

Ki Hajar Dewantara menekankan kepada para pendidik dalam menuntun peserta didik untuk mencapai kekuatan-kekuatan kodratnya yang sesuai dengan alam dan zaman.

Manfaat Asesmen Awal Bagi Guru

Membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang efektif

Asesmen awal memberikan guru wawasan tentang pengetahuan dan keterampilan awal siswa. Dengan informasi ini, guru dapat merencanakan pembelajaran yang lebih efektif dengan menyesuaikan materi dan metode pembelajaran yang sesuai. Guru dapat mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa terhadap materi dan mengatur strategi pengajaran yang lebih relevan.

Membantu guru dalam mengidentifikasi siswa yang perlu mendapatkan bantuan khusus

Melalui asesmen awal, guru dapat mengidentifikasi siswa yang mungkin mengalami kesulitan belajar. Hal ini memungkinkan guru untuk memberikan bantuan khusus kepada siswa-siswa ini sebelum kesenjangan pembelajaran semakin melebar. Intervensi yang diberikan pada tahap awal dapat membantu siswa meraih kesuksesan dalam pembelajaran.

Membantu guru dalam mengevaluasi keberhasilan pembelajaran

Asesmen awal memungkinkan guru untuk membandingkan hasil asesmen awal dengan hasil asesmen akhir. Dengan demikian, guru dapat mengukur tingkat kemajuan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Informasi ini membantu guru menilai efektivitas metode pengajaran yang digunakan dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

Manfaat Asesmen Awal Bagi Siswa

Membantu siswa dalam memahami tujuan pembelajaran

Asesmen awal membantu siswa untuk memahami dengan jelas apa yang akan dipelajari dan apa yang diharapkan dari mereka selama proses pembelajaran. Dengan pemahaman ini, siswa dapat lebih fokus dan memiliki tujuan yang jelas dalam belajar.

Membantu siswa dalam mengukur kemampuan mereka sendiri

Siswa sering kali tidak memiliki pemahaman yang akurat tentang sejauh mana mereka telah memahami materi pelajaran. Asesmen awal memberikan gambaran nyata tentang kemampuan mereka dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini membantu siswa untuk lebih realistis dalam menilai diri mereka sendiri dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

Membantu siswa dalam mengembangkan motivasi belajar

Asesmen awal dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih keras. Ketika siswa melihat hasil asesmen awal mereka dan menyadari di mana mereka berada dalam proses belajar, hal ini dapat menjadi dorongan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mereka akan merasa lebih termotivasi untuk berusaha lebih keras dan meningkatkan prestasi mereka.

Contoh Asesmen Awal

Berikut adalah beberapa contoh asesmen awal yang dapat dilakukan guru: 

Tes awal: Bentuk asesmen yang paling umum digunakan, termasuk tes tertulis, tes lisan, atau tes praktik. Tes awal membantu guru menilai pemahaman awal siswa terhadap materi pelajaran.

Wawancara: Asesmen melalui percakapan antara guru dan siswa. Guru dapat mengajukan pertanyaan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang siswa.

Observasi: Guru dapat mengamati perilaku siswa selama pembelajaran berlangsung atau di luar jam pelajaran. Observasi membantu guru dalam menilai aspek non-akademik seperti sikap dan keterampilan sosial siswa.

Kuesioner: Asesmen yang melibatkan pengisian angket oleh siswa. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa yang mungkin sulit diukur melalui metode lain.

SD Muhammadiyah 1 Solo