sdmuh1solo.sch.id – Workshop Kurikulum Ismuba tahun 2024 dan Pengukuhan Pegurus FGM Solo Periode 2023-2027. Kurikulum Ismuba sebagai basis pengembangan karakter utama, holistik dan integratif, Kamis (16/5/2024).

Pendidikan Agama Islam atau lebih dikenal dengan singkatan PAI memiliki perbedaan dengan Pendidikan Al-Islam. Pendidikan Al-Islam cakupan materinya lebih luas, utuh dan menyeluruh dari pada PAI, karena PAI ketentuannya dari Kemenag dan kemendikbud sedangka Pendidikan Al-Islam dari Pimpinan Pusat Muhamnadiyah.

Pembelajaran ISMUBA sebagai ciri khas sekolah Muhammadiyah menjadikan harapan bagi orangtua untuk mensekolahkan putra putrinya di sekolah Muhammadiyah.
Harapan dengan banyaknya mata pelajaran ISMUBA di sekolah Muhammadiyah dirasa cukup untuk membekali para siswa memiliki keilmuan dan akhlak yang baik, menjadi tantangan tersendiri karena baik dan buruknya bukan berdasarkan banyaknya mata pelajaran yang sudah dipelajarinya, namun sejauh mana nilai-nilai Islam yang sudah diimplementasikan dalam kehidupan pribadi, keluarga, sekolah dan masyarakat.
Pembelajaran ISMUBA di sekolah Muhammadiyah merupakan pembelajaran yang transformatif, karena tidak saja memberikan bekal yang dapat diaplikasikan dalam berbagai kondisi melainkan juga harus mampu merubah diri pribadi dan masyarakatnya.
Pembelajaran ISMUBA merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan agama dengan kehidupan nyata. Hal ini juga karena Pendidikan Muhammadiyah sejak awal didirikannya sudah menerapkan sistem dan praktik pendidikan holistik integratif yang menempatkan peserta didik sebagai subjek dan pusat dari proses pendidikan.
Pembelajaran holistik menekankan keutuhan pada diri peserta didik dan berasumsi bahwa setiap peserta didik memiliki potensi untuk berkembang.
Pembelajaran holistik akan senantiasa mengembangkan hubungan antara peserta didik dengan lingkungannya.
Pendidikan holistik integratif merupakan pendidikan yang mengintegrasikan segala aspek dan nilai-nilai dalam pendidikan seperti moral, etis, religius, psikologis, filosofis dan sosial dalam kesatuan yang dilakukan secara menyeluruh antara jiwa dan badan.
Pendidikan holistik integratif mencakup sistem dan praktik pendidikan yang selama ini juga dikembangkan dalam pendidikan Muhammadiyah, antara lain: 1) Keutuhan antara teori dan praktik; 2) Keutuhan dalam tujuan dan materi pembelajaran; 3) Keutuhan antara pendidikan formal dan non formal; 4) Kesatuan di antara berbagai pusat pendidikan (sekolah, keluarga, masyarakat dan masjid).*
Diolah dari berbagai sumber

Setiap sekolah Muhammadiyah harus bertujuan untuk mengembangkan peserta didik secara utuh mencakup aspek-aspek intelektual, personal dan sosial.
Tujuan tersebut akan tercapai apabila sekolah tidak hanya mengandalkan pada proses belajar mengajar formal sebagaimana dituntut oleh kurikulum, akan tetapi sekolah harus memaksimalkan aspek hidden curriculum berupa contoh keteladanan bagi peserta didik sebagai suatu kekayaan pendidik yang amat berharga. Keteladanan yang baik harus dimiliki oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan sehingga semakin menguatkan pendidikan yang holistik integratif bagi peserta didik di sekolah Muhammadiyah.







