Alangkah Baiknya Sekiranya Di Dunia Dahulu Aku

sdmuh1solo.sch.id – Jangan sampai kita menyesal seperti mereka :

 يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

 “Duhai, alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Qs. Al  Fajr: 24).

Mereka berkata dengan penuh kesadaran, “Alangkah baiknya sekiranya di dunia dahulu aku beriman dan mengerjakan amal saleh untuk kenyamanan hidupku di akhirat ini.”

Penyesalan itu sudah tidak berguna. Maka, berbahagialah kini orang yang membekali diri di dunia dengan iman dan amal saleh.

Ketika itu orang-orang yang lalai dalam mempersiapkan bekal ini menyesali diri mereka mengapa dulu di dunia tidak serius melakukan sesuatu yang berguna untuk kehidupannya di akhirat.

Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Al-Qur’an Difirmankan, Allah itu wahid, Allah itu ahad, yang maknanya hanya ada satu Tuhan. 

Artinya, Dia satu-satunya Tuhan, tiada yang lain. Maha atau terbaik dalam segala kebaikan. 

Setiap aktivitas yang kita kerjakan harus dijiwai oleh ber-Tuhan-an Yang Maha Esa. Ketinggalan Semesta, ketinggalan bangsa, ketinggalan sebagai bangsa.

Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Barangsiapa yang dapat menghafalnya, ia masuk surga. Dia Yang Mahaganjil mencintai yang ganjil. Sembilan sembilan nama Allah itu, yaitu Allah Yang Wâhid dan Ahad (Maha-Esa)…” (HR  Ibnu Majah)

Prestasi Lainnya

SD Muhammadiyah 1 Solo