Aksi Nyata Guru Penggerak Sosialisasi Filosofi Ki Hadjar Dewantara dan Budaya Positif

sdmuh1solo.sch.id – Aksi Nyata Guru Penggerak Sosialisasi Filosofi Ki Hadjar Dewantara dan Budaya Positif. “Jadilah pemimpin pembelajaran untuk kemajuan pendidikan Indonesia,” ujar Dwi Suparwanto, Kamis (30/12/2021).

Pembelajaran jarak jauh yang hanya menggunakan bantuan aplikasi. WhatsApp (WA) mengakibatkan tidak sepenuhnya guru dapat memposisikan dirinya layaknya seorang petani yang hendaknya memperlakukan bibit tanaman (peserta didik) sebagai teladan, penyemangat dan pendorong siswanya sangatlah terbatas.

Pembelajaran jarak jauh selama ini cenderung hanyalah alur timbal balik pemberian materi/tugas dengan pengiriman tugas hasil pekerjaan siswa. ketuntasan materi saja. Secara kodratnya anak sangatlah suka bermain, untuk menghadirkan pembelajaran.

Dalam pandangan Ki Hadjar, pendidikan merupakan sesuatu yang lebih luas dan esensial daripada pengajaran. Sebab mengajar hanya terbatas pada pemberian materi berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan. Tetapi mendidik, untuk menjadikan anak-anak didik menjadi manusia seutuhnya.

Pendidikan yang seperti apa yang dimaksud oleh Ki Hadjar Dewantara? Pendidikan yang menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada setiap anak. Bahwa tugas guru bukanlah memaksakan sesuatu kepada anak, melainkan menuntun potensi-potensi bawaan anak agar bertumbuh. Ki Hadjar berpendapat bahwa setiap anak dilahirkan umpama sehelai kertas yang sudah ditulisi dengan sketsa-sketsa yang masih buram. Dengan demikian, tugas pendidik adalah menebalkan segala tulisan buram yang berisi baik agar nampak sebagai budi pekerti yang baik.

Untuk menumbuhkan potensi-potensi dalam diri anak, proses pendidikan harus diberi kebebasan seluas-luasnya kepada anak dalam belajar tanpa pernah merasa tertekan dan takut melakukan kesalahan. 

SD Muhammadiyah 1 Solo