Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah

Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah

sdmuh1solo.sch.id – Kader Aisyiyah itu kuat imannya, luas pengetahuannya, peduli kepada sesama dan menjadi pemimpin bagi warganya. Hal tersebut diungkapkan oleh Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Kota Solo Dwi Jatmiko.

Dia menyampaikannya saat memberikan materi Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) pada Baitul Arqam Pimpinan Cabang Aisyiyah Kotta Barat yang di gelar di Sekolah Plus SD Muhammadiyah 20 Sidorejo. Sekolah yang berlokasi di Jl MT Haryono Nomor 50, Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Jumat malam (19/12/2025).

Jatmiko mengungkapkan matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah harus mendalam dalam sanubari setiap kader asyiyah di manapun berada.

Dalam konteks sebagai anak bagsa, maka Muhammadiyah mengajak segenap lapisan masyarakat Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air dan mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Mari untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi Allah Swt. Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo,” ungkapnya.

Dia mengatakan, bagaimana cara mewujudkan negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur? Untuk mewujudkan negeri yang baik yang penuh dengan ampunan Allah dengan cara mengimplementasikan faham Muhammadiyah dalam kehidupan sehari hari yang meliputi bidang-bidang Aqidah, Akhlak, Ibadah, Muammalat Duniawiyah sesuai tuntunan nabi Muhammad Saw.

“Maka menjadi wajib bagi warga Aisyiyah untuk menjalankan pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah (PHIWM). Termasuk Baitul Arqam PCA Kotta Barat ini juga sebagai model pengaderan Aisyiyah,” ujarnya.

PHIWM adalah pedoman untuk menjalani kehidupan dalam lingkup pribadi, keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, berbisnis, mengembangkan profesi, berbangsa dan bernegara, melestarikan lingkungan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengembangkan seni dan budaya yang menunjukkan perilaku uswah hasanah (teladan yang baik).

“Jadi tidak ada warga Aisyiyah yang ikut gagal bayar pinjaman online. Ikut jadi nasabah koperasi syariah yang pengelolaan keuangan nasabah yang bermasalah. Inilah pentinya ibu-ibu Aisyiyah waspada sejak dini dalam hal berbisnis. Ayo pelajari PHIWM di baca sebelum tidur,” ajaknya, sambil tersenyum.

1.  Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.

2. Muhammdiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi dan ukhrawi.

3. Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan:

a. Al-Qur’an: Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW;

b. Sunnah Rasul: Penjelasan dan palaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.

4. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang:

a. ‘Aqidah

Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah dan khufarat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.

b. Akhlak

Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia

c. Ibadah

Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.

d. Muamalah Duniawiyah

Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.

5. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi Allah SWT:
“BALDATUN THAYYIBATUB WA ROBBUN GHOFUR”

(Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)

Catatan:
Rumusan Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah:

1. Atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta;
2. Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta.

SD Muhammadiyah 1 Solo