sdmuh1solo.sch.id – Teladani jiwa kepahlawanan lahir batin, SD Muhammadiyah 1 Solo gelar upacara Hari Pahlawan ke-80 dengan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan Pendidikan, Senin (10/11/2025).
Kepala Sekolah Sri Sayekti menjadi inspektur di halaman sekolah sehat. Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan siswa dari kelas I hingga VI.
“Semoga anak-anak di seluruh Indonesia terutama siswa SD Muhammadiyah 1 Solo mampu mengenal nama-nama para pahlawan. Meneladani perjuangan dan pribadi mereka dalam membela bangsa dan negara seperti KH Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah. Hj Siti Walidah, pendiri gerakan perempuan Aisyiyah. Fatmawati Soekarno, ibu negara pertama. Ir Soekarno Presiden pertama RI. Jenderal Soedirman Panglima Besar TNI dan Pahlawan Nasional yang aktif di organisasi Muhammadiyah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, selanjutnya Kepala Sekolah Unggulan yang berdiri sejak 1935 ini, membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf.
Selain itu, perjuangan masa kini bukan lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian.
Namun semangatnya tetap sama membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus berkemajuan.
“Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan sebagai refleksi atas semangat para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa,” bebernya.
Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) merupakan program pembiasaan karakter yang digagas oleh Kementerian sebagai bagian dari upaya membentuk generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Yang pasti program ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, yaitu generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkarakter kuat,” urainya.
Program ini menekankan pentingnya kebiasaan positif yang dilakukan anak setiap hari agar tertanam menjadi karakter yang kuat dan berkelanjutan. Mari bersama membangun kebiasaan baik demi masa depan yang lebih cerah dan Indonesia yang lebih maju.
“G7KAIH mendukung pencapaian dimensi Profil Pelajar Pancasila, seperti Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Mandiri. Bernalar kritis. Bergotong royong. Kreatif. Berkebhinekaan global,” bebernya, sambil tersenyum.






