sdmuh1solo.sch.id – Dalam momentum Hari Pahlawan tahun 2025, Hubungan Masyarakat (Humas) SD Muhammadiyah 1 Solo, Dwi Jatmiko, terima penghargaan atas pasrtisipasinya pada ‘Karnaval Komunitas Wayang’ dalam Pekan dan Gamelan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Direktorat jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan RI dalam rangka Hari Wayang Nasional, Senin (10/11/2025).
Menarik bahwa kata pahlawan telah menjadi penanda bagi siapapun yang dinilai telah berjasa bagi siapapun.
“Alhamdulillah, dapat sertifikat penghargaan yang tertandatangan Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual tertandatangan Yayuk Sri Budi Rahayu Sarjana Sosial Magister pendidikan,” ujar Jatmiko.
Ia mengaku perinsipnya menulis One Day One News, satu berita dalam sehari terutama di amal usaha SD Muhammadiyah 1 solo yang saat ini usianya telah mencapai 90 tahun.
“Pernah juga ditugasi MPKSDI terkait kegiatan dan sebagai tim media Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta,” ungkapnya.
Dari semua pengalaman liputan yang telah dijalani, Jatmiko mendapat kesan mendalam saat melakukan wawancara dengan beberapa tokoh penting.
“Ada Walikota maupun wakil walikota solo Pak Teguh Prakosa, wakil walikota saat ini ibu Astrid Widayani, gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkait sekolah sehat, Direktur Jenderal Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan serta Asisten Khusus Presiden Prabowo Bidang Komunikasi dan Analisis Kebijakan Dirgayuza Setiawan terkait MBG,” jelasnya.
Selain sebagai guru Muhammadiyah yang berlamat di Jalan Kartini Nomor 1 Barat Pura Mangkunegaran, Jatmiko juga membantu mendampingi Mahasantri yang belajar jurnalistik dakwah di Lembaga Pendidikan Pelatihan dan Pengembangan Diri Aslam Islamic learning Academy yang berpusat di Jalan Jakarta Loa Bakung, Samarinda, Indonesia, 75126.
“Sebagai alumni standardisasi Dai Majelis Ulama Indonesia pusat saya dminta membantu bagi teman-teman yang belajar jurnalistik dakwah setiap Selasa Malam Rabu via zoom meeting,” ungkapnya.
Sejak bergabung menjadi bagian kontributor, ia mengaku semakin merasakan proses kreatif dalam menulis yang menggembirakan.
“Bisa silaturrahim juga dengan semua kontributor via zoom meeting dan bisa menjadi moderator ustaz Wijayanto dalam acara Karyawan BTM Se-Jawa Tengah Diperkuat Karakter. Bangun Profesionalisme Syariah dalam Layanan Jasa Keuangan Mikro. Itu semua berkah menulis dan menjadi kontributor,” kesannya.






