Perkuat Tata Kelola Administrasi, Sekolah Muhammadiyah Surakarta Mengikuti Workshop Kearsipan

Dorong Tata Kelola Administrasi, Sekolah Muhammadiyah Surakarta Mengikuti Workshop Kearsipan

sdmuh1solo.sch.id – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola administrasi dan pengelolaan dokumen arsip kelembagaan, sekolah-sekolah Muhammadiyah di kota Surakarta, mulai dari TK,SD,SMP/MTs, SMA/SMK/MA mengikui Workshop Kearsipan Sekolah Muhammadiyah dengan menghadirkan Rudi Anton,SH,M.H sebagai narasumber pada hari Selasa, tanggal 27 Oktober2026 di aula balai Muhammadiyah kota Surakarta.

Workshop ini terselenggara atas kerjasama Majelis Pustaka dan Informasi dengan Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta. Kegiatan workshop ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Kepala Tata Usaha Sekolah Muhammadiyah dalam mengelola arsip sekolah secara tertib, sistematis, aman, dan berkelanjutan.

Drs.Supraptono,M.Pd selaku sekretaris Majelis Pendidikan PDM Surakarta menyampaikan dalam sambutannya bahwa dalam dunia pendidikan, arsip memiliki peran penting sebagai sumber informasi, bukti administrasi, dokumentasi perjalanan lembaga, sekaligus bahan pertanggungjawaban dalam pelaksanaan program sekolah. Pengelolaan arsip yang baik akan mendukung efektivitas pelayanan administrasi dan memperkuat akuntabilitas lembaga pendidikan, ujarnya.

Sedangkan Muhdiyatmoko, selaku ketua Majelis Pustaka dan Informasi PDM Surakarta berharap melalui workshop ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pentingnya kearsipan, penataan dokumen, pengelompokan arsip berdasarkan jenis dan fungsinya, serta pengelolaan arsip agar mudah ditemukan kembali ketika dibutuhkan, ujarnya.

Sementara itu, Rudi Anton dalam pemaparan materinya berharap kegiatan ini dapat memberikan wawasan praktis mengenai penerapan sistem kearsipan yang efektif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pengelolaan arsip tidak lagi dipandang sekadar sebagai pekerjaan administratif, tetapi menjadi bagian penting dari upaya membangun budaya kerja yang tertib, profesional, dan bertanggung jawab. Penguatan sistem kearsipan juga diharapkan mampu mendorong sekolah untuk mulai mengembangkan pengelolaan arsip digital sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing lembaga, ujarnya

Bagi sekolah Muhammadiyah, penguatan kearsipan juga memiliki nilai strategis dalam merawat memori kelembagaan. Dokumen pendirian sekolah, keputusan organisasi, program pendidikan, prestasi siswa, kegiatan persyarikatan, hingga berbagai catatan perkembangan sekolah merupakan bagian dari jejak sejarah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Melalui pengelolaan arsip yang baik, sekolah dapat memastikan bahwa perjalanan, kontribusi, dan dinamika perkembangan pendidikan Muhammadiyah terdokumentasi secara sistematis.

Workshop ini diharapkan menjadi momentum bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Surakarta untuk melakukan evaluasi terhadap sistem kearsipan yang selama ini diterapkan, menyusun standar pengelolaan dokumen, serta membangun kebiasaan tertib administrasi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, penguatan kearsipan bukan hanya berorientasi pada keteraturan dokumen, melainkan juga menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan tata kelola pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Ujungnya, Sekolah Muhammadiyah harus memiliki prinsip arsip tertata, administrasi terjaga, sejarah terdokumentasi, dan masa depan pendidikan Muhammadiyah semakin kuat melalui arsip yang terjaga.

SD Muhammadiyah 1 Solo